Adab dalam Berdoa, Muslim Perhatikan Ya!

by | Sep 4, 2023 | Info

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita memohon dan berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Isi doa bisa bermacam-macam, mulai dari mengucap rasa syukur kepada Allah, memohon perlindungan dan masih banyak lagi.
Dalam surat Gafir ayat 60, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠

Artinya: “Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Ketika berdoa, tentu ada adab yang harus diperhatikan. Berdoa tidak serta merta meminta kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sembarangan, namun ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan.

Adab dalam Berdoa
Mengutip buku Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq oleh Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi, berikut sejumlah adab dalam berdoa yang dapat diperhatikan.

1. Memilih Kalimat Singkat, Padat, dan Berisi
Ketika berdoa, hendaknya seseorang memilih kalimat yang singkat, padat, serta berisi. Tidak perlu bertele-tele agar permohonan dapat tersampaikan dengan baik.

Dalam surat Al Baqarah ayat 201, dijelaskan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa dengan kalimat demikian,

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Arab latin: Wa min-hum may yaqụlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār

Artinya: “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”

2. Tidak Berdoa untuk Keburukan
Adab kedua yang harus diperhatikan ketika berdoa pada Allah Subhanahu wa Ta’ala ialah tidak untuk memohon keburukan. Baik itu ditujukan kepada keluarga, diri sendiri, harta, maupun kerabatnya. Dari Jabir Radiallahu ‘anha,Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah kalian berdoa buruk atas kalian, jangan berdoa buruk atas anak-anak kalian, jangan berdoa buruk atas pelayan-pelayan kalian, dan janganlah berdoa buruk atas harta kalian; kalian tidak tahu saat mana Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengabulkan doa kalian.” (HR Muslim)

3. Ulangi Doa Sebanyak 3 Kali
Mengulangi doa sebanyak 3 kali juga menjadi adab yang dapat diterapkan seorang muslim ketika berdoa. Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyukai (mengulangi) doa sebanyak 3 kali dan beristighfar 3 kali. Hadits ini berdasarkan riwayat Ahmad dan lainnya.

4. Merasa Yakin Doanya Pasti Dikabulkan
Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah salah seorang dari kalian berkata, ‘Ya Allah ampunilah aku, jika Engkau berkenan; ya Allah kasihilah aku, jika Engkau berkenan.’ Tetapi hendaklah dia yakin bahwa doanya akan dikabulkan, karena tidak ada yang dapat memaksa kepada-Nya.” (HR Bukhari dan Muslim)

5. Menghadap Kiblat
Imam Al-Ghazali dalam Ihya ‘Ulumuddin menjelaskan bahwa ketika seorang muslim berdoa hendaknya menghadap kiblat. Hal ini tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 149-150,

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ ۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ – ١٤٩

Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram, sesungguhnya itu benar-benar ketentuan dari Tuhanmu. Allah tidak lengah terhadap apa yang kamu kerjakan.”

وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ ۙ لِئَلَّا يَكُوْنَ لِلنَّاسِ عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ اِلَّا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا مِنْهُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِيْ وَلِاُتِمَّ نِعْمَتِيْ عَلَيْكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَۙ – ١٥٠

Artinya: “Dan dari manapun engkau (Muhammad) keluar, maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil haram. Dan di mana saja kamu berada, maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu, agar tidak ada alasan bagi manusia (untuk menentangmu), kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, agar Aku sempurnakan nikmat-Ku kepadamu, dan agar kamu mendapat petunjuk.

Astra Website Security
×