Apakah Ibadah Haji Dapat Menghapus Dosa Besar?

by | May 17, 2024 | Info

Haji adalah amalan wajib sekaligus penyempurna bagi umat Islam. Pengerjaan haji juga termasuk ke dalam rukun Islam yang ke-5.

Ibadah haji ditujukan bagi muslim yang mampu. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Ali ‘Imran ayat 97,

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

Artinya: “Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.”

Ibadah haji juga mengandung banyak keutamaan, salah satunya dapat melebur dosa. Dikutip dari kitab Fiqh As-Sunnah Jilid 3 karya Sayyid Sabiq yang diterjemahkan Khairul Amru Harahap, keutamaan ini didasarkan dalam sebuah hadits.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Barang siapa yang berhaji karena Allah, kemudian dia tidak bersetubuh dan berbuat kemaksiatan, maka dia pulang (ke negaranya) seperti anak yang baru dilahirkan ibunya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Apakah Ibadah Haji Dapat Menghapus Dosa Besar?

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam an-Nawawi terdapat hadits yang menjelaskan ibadah haji dapat menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, ia berkata,

سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ حَجَّ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقُ رَجَعَ كَيَوْمٍ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Artinya: “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Barang siapa mengerjakan haji kemudian ia tidak berkata kotor dan tidak berbuat fasik, maka ia kembali seperti saat ia dilahirkan ibunya’.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits tersebut diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim masing-masing dalam kitab Haji.

Pensyarah kitab Riyadhus Shalihin, Musthafa Dib al-Bugha dkk, menjelaskan, hadits tersebut mengandung mutiara bahwa haji dapat melebur dosa-dosa dan menghapus berbagai kesalahan yang dilakukan sebelumnya.

Mayoritas ulama berpendapat peleburan dosa ini khusus terhadap dosa-dosa kecil, bukan dosa-dosa besar, serta khusus untuk dosa yang berhubungan dengan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Peleburan dosa dengan ibadah haji ini ada syaratnya, yakni haji harus mabrur.

“Peleburan dosa-dosa ini memiliki syarat, yaitu haji itu harus mabrur. Haji yang mabrur adalah haji yang diterima, yaitu yang tidak dikotori oleh dosa, dan jauh dari hal-hal yang dapat menimbulkan persengketaan atau merangsang syahwat,” jelas pensyarah kitab seperti diterjemahkan Misbah.

Adapun dosa besar, lanjutnya, bisa dihapuskan dengan cara bertobat.

Sementara itu, dalam hadits lain dikatakan melempar jumroh saat haji bisa menghapuskan dosa besar. Diriwayatkan dari lbnu Umar RA, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada orang Anshar yang bertanya tentang pahala melempar jumroh,

“Adapun pelemparanmu untuk jumroh, maka bagimu dengan setiap kerikil yang kamu lemparkan adalah penghapusan satu dosa besar yang termasuk dari dosa penghancur yang berbahaya.” (HR Thabrani)

Keutamaan Ibadah Haji

Mengacu pada sumber yang sama, berikut keutamaan lainnya yang terkandung dari ibadah haji.

  1. Termasuk Jihad

Ibadah haji termasuk ke dalam jihad. Dari Hasan bin Ali dikatakan ada seseorang yang menemui Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu berkata,

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah orang yang penakut dan lemah.”

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepadanya, “Mari berjihad yang di dalamnya tidak didapati duri: haji.” (HR Abdurazzak dan Thabrani)

  1. Disebut sebagai Tamu Allah

Dari Abu Hurairah RA, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Orang-orang yang berhaji dan umrah adalah tamu Allah. Jika mereka berdoa, maka Allah mengabulkan doanya dan jika mereka memohon ampun maka Allah mengampuninya.” (HR Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Ibnu Huzaimah)

  1. Syafaat pada 400 Anggota Keluarga

Dari sahabat Abu Musa Al-Asy’ari RA dengan marfu dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,

“Orang yang berhaji dapat memberikan syafaat kepada 400 orang keluarga atau keluarganya dan ia akan keluar dari dosanya seperti hari ia dilahirkan oleh ibunya.” (HR Al-Bazzar)

Wallahu a’lam.

Astra Website Security
×