Ini Dua Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam

by | Sep 29, 2023 | Info

Tidur merupakan kegiatan yang ditunggu-tunggu banyak orang karena seseorang bisa mengistirahatkan badannya yang sudah lelah bekerja dan beraktivitas seharian. Dalam Islam, ada dua waktu tidur yang baik sebagaimana disampaikan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dua waktu tidur yang baik tersebut adalah tidur di waktu Zuhur dan waktu setelah Isya, sebagaimana tercantum dalam buku The Power of Tahajud yang ditulis oleh Ahmad Farid. Tidur di waktu Zuhur yang dimaksud adalah qailulah, atau dapat diartikan sebagai tidur siang sebentar. Walaupun sebentar, tidur ini sudah memberikan manfaat yang baik bagi tubuh dan pikiran kita.

Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam: Setelah Isya

Waktu tidur yang baik untuk manusia adalah sekitar 7-8 jam dalam sehari. Oleh karena itu, untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup, maka seseorang harus menyegerakan tidurnya di awal waktu dan harus menghindari bergadang, sebagaimana dijelaskan oleh Suhendri, dkk dalam bukunya yang berjudul Pelajaran Adab Islam 2. Bergadang tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat adalah hal yang mudarat dan amat dibenci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dengan bergadang, maka seseorang akan menyia-nyiakan waktu dan dapat memengaruhi waktu ibadah menjadi terlewatkan.

Dalam sebuah hadits dikatakan,

عَنْ أَبِي بَرْزَةٌ هِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا. (متفق عليه)

Artinya: “Dari Abu Barzah RA, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membenci tidur sebelum (sebelum Isya’) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” (HR Muttafaqun Alaih)

Bergadang hanya diperbolehkan untuk alasan-alasan tertentu, seperti berzikir, membaca Al-Qur’an, berdiskusi, belajar, berdakwah, bermurajaah Al-Qur’an dan ilmu, adanya tamu, atau menemani keluarga.

Waktu Tidur yang Baik Menurut Islam: Sebelum Zuhur

Waktu tidur yang baik menurut Islam yang kedua adalah qailulah atau tidur siang menjelang Zuhur. Daeng Naja dalam bukunya yang berjudul Hidup Bersama Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menjelaskan, qailulah adalah tidur siang sebentar yang dilakukan sekitar waktu dhuha sampai sebelum Zuhur. Imam Muslim menjelaskan qailulah adalah tidur di pertengahan hari, sedangkan al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa qailulah adalah tidur di tengah siang, yaitu ketika matahari tergelincir ke barat, dan beberapa waktu sebelum atau sesudahnya. Bila mengikuti pengamalan mereka yang istiqamah mengamalkan qailulah, maka waktu yang paling baik untuk menjalankannya adalah pada pukul 11.30 sampai sebelum Zuhur. Sunah melakukan qailulah sudah disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam haditsnya, beliau bersabda,

“Lakukanlah qailulah, karena sesungguhnya syaitan itu tidak berani qailulah.” (HR At-Tabrani)

Lebih lanjut dijelaskan, qailulah itu paling baik dikerjakan beberapa menit saja dan kurang dari satu jam. Kira-kira 10-30 menit menjelang waktu salat Zuhur. Waktu yang paling disarankan adalah setengah jam sebelum salat Zuhur. Menjalankan sunah qailulah ini dengan istiqamah dapat membawa manfaat yang besar untuk tubuh manusia. Sehingga hal ini akan memudahkan dan meringankan kita untuk melakukan ibadah dengan sempurna sepanjang hari dan malam. Selain itu akan merubah emosi serta kecerdasan menjadi lebih positif dan menjadi lebih fokus. Hal lain yang perlu menjadi perhatian, menjalankan sunnah qailulah tidak boleh terlalu lama dan malah membuat bermalas-malasan. Sebab, hal itu sangat bertentangan dengan tujuan awal menjalankan tidur sunnah tersebut.

Astra Website Security
×