Pengertian Futur dan Penyebabnya

by | Oct 26, 2023 | Info

Mungkin kita masih asing dengan istilah futur. Padahal banyak umat Islam yang sering kali mengalami futur. Pakar bahasa mendefinisikan futur dengan definisi yang beragam, namun berdekatan makna. Di dalam Mukthar Ash-Shihah tertulis pecah, lemah dan lemas.

Futur (hilangnya gairah) adalah penyakit yang sangat berbahaya, yakni mulai melepasnya ikatan agama (ibadah) satu persatu hingga terlepas semua. Contohnya seperti yang dahulu rajin ibadah, dekat dengan agama, alim dan tekun tiba-tiba berubah.

Penyebab Futur

Dalam Kitabul Ilmi karangan Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, futur atau rasa malas dalam melakukan kebaikan adalah penyakit. Futur bisa saja menjangkit orang yang kuat imannya, rajin beribadah bahkan seorang pendakwah.

Ada banyak sebab yang membuat seseorang menjadi futur. Di antaranya adalah:

  • Hilangnya keikhlasan,
  • Lemahnya ilmu Syar’i,
  • Kecintaan hati yang besar kepada dunia dan banyak melupakan akhirat,
  • Fitnah (cobaan) berupa istri dan anak,
  • Hidup di tengah masyarakat yang rusak,
  • Berteman dengan orang-orang yang memiliki keinginan yang lemah dalam meraih kebaikan,
  • Melakukan dosa serta memakan makanan yang haram,
  • Tidak mempunyai tujuan yang jelas (baik dalam menuntut ilmu maupun berdakwah),
  • Lemahnya iman,
  • Menyendiri dan tidak mau bergabung dengan saudara seiman yang lainnya, saling tolong menolong dalam kebaikan,
  • Lemahnya pendidikan (tarbiyyah) imaniyyah dan seterusnya.

Cara Mengatasi Futur

Setiap orang pasti merasakan pasang surut dalam melaksanakan ibadah. Berikut adalah cara mengatasi futur yang dikutip dari buku ‘Seni Menjaga Kewarasan Hidup’ tulisan Sebastian Wahyu.

  1. Ikhlaskan Niat

Jika seseorang melakukan sesuatu dengan niat yang ikhlas maka semangat akan bangkit. Sebab jika seseorang ikhlas dalam berbuat baik, ia akan mendapat ganjaran pahala.

Tanyakan kepada Anda, untuk siapa Anda beramal saleh, sholat, bersedekah, dan lain-lain? Jika jawabannya adalah agar disanjung dan dihormati oleh orang lain, pantas saja futur berhasil menggerogoti hati.

  1. Tetap Bersama Orang-orang Saleh

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan agar umatnya berkawan dengan orang-orang yang saleh. Beliau bersabda: “Seseorang itu mengikuti din (agama; tabiat; akhlaq) kawan dekatnya. Oleh karena itu, hendaknya seseorang di antara kalian memperhatikan siapa yang dia jadikan kawan dekat.”

Teman-teman dapat membantu seseorang yang terkena futur dalam berdiskusi dan meneliti masalah agama. Jangan condong untuk meninggalkan kebersamaan bersama mereka selama mereka senantiasa membantu dalam mengerjakan kebaikan.

  1. Bermuhasabah

Muhasabah atau introspeksi diri adalah kegiatan merenungkan hal-hal baik atau buruk yang telah dilakukan. Waktu terbaik untuk melakukan hal ini saat malam hari.

  1. Berdoa

Umat Islam sepatutnya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk meminta keteguhan hati agar istiqamah di jalan-Nya. Doa yang paling sering Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam panjatkan yaitu,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

Astra Website Security
×