Prediksi Cuaca Musim Panas di Arab Saudi

by | Jul 5, 2024 | Info

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi (NCM) telah merilis ramalan cuaca untuk musim panas yang akan datang, khususnya pada bulan Juli dan Agustus 2024. Berdasarkan laporan tersebut, beberapa wilayah di Arab Saudi diperkirakan akan mengalami hujan lebat di tengah suhu yang meningkat.

Menurut laporan yang dikutip dari Saudi Gazette pada Kamis, 4 Juli 2024, NCM memperkirakan bahwa suhu permukaan rata-rata akan meningkat hingga 80 persen di sebagian besar wilayah Kerajaan. Peningkatan ini mencapai sekitar 2 derajat di atas rata-rata normal.

Selain peningkatan suhu, NCM juga memprediksi peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Kerajaan, terutama pada bulan Juli dan Agustus, yang mencapai hingga 70 persen. Wilayah dataran tinggi seperti Makkah, Al-Baha, Asir, Jazan, dan Najran diperkirakan akan mengalami hujan lebat yang signifikan.

Di wilayah lain seperti Hail, Qasim, Al-Jouf, dan Perbatasan Utara, serta sebagian wilayah Madinah dan Tabuk, suhu diperkirakan akan meningkat hingga 2 derajat pada bulan Juli. Sementara itu, wilayah Riyadh dan Provinsi Timur diprediksi akan mengalami kenaikan suhu hingga 1,5 derajat, dan wilayah lainnya akan mengalami kenaikan suhu sekitar 1 derajat dari rata-rata normal.

Pada bulan Agustus, peningkatan suhu juga diperkirakan akan terus berlanjut. Wilayah Hail dan Perbatasan Utara diprediksi mengalami kenaikan suhu hingga 2 derajat dari rata-rata, sedangkan wilayah Riyadh, Provinsi Timur, Madinah, dan Tabuk akan mengalami peningkatan suhu hingga 1,5 derajat. Wilayah lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan suhu hingga 1 derajat dari rata-rata normal.

Dalam laporan musim panas ini, NCM juga menyatakan bahwa kemungkinan curah hujan di semua wilayah Kerajaan pada bulan Juli akan lebih tinggi dari tingkat normal, dengan peningkatan sekitar 60-70 persen. Pada bulan Agustus, curah hujan yang tinggi hingga 60 persen diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Kerajaan, kecuali sebagian besar wilayah Makkah, Madinah, dan Provinsi Timur yang tetap berada di kisaran rata-rata.

Musim panas di Arab Saudi resmi dimulai pada tanggal 1 Juni 2024. Panas ekstrem telah melanda tempat-tempat suci selama musim haji, dengan suhu di Makkah mencapai 51,8 derajat Celsius. Kondisi panas ekstrem selama musim haji ini terbukti mematikan, dengan Kementerian Kesehatan Arab Saudi mencatat jumlah kematian jemaah haji mencapai 1.301 jiwa. Dari jumlah tersebut, 83 persen di antaranya adalah jemaah ilegal yang berjalan jauh di bawah paparan terik matahari tanpa alat pelindung yang memadai.

Ramalan cuaca ini menunjukkan pentingnya persiapan dan kewaspadaan bagi warga dan pendatang di Arab Saudi selama musim panas ini. Dengan kombinasi peningkatan suhu dan curah hujan yang tinggi, langkah-langkah perlindungan dan penyesuaian terhadap kondisi cuaca ekstrem menjadi sangat krusial untuk menghindari risiko kesehatan dan keselamatan.

Astra Website Security
×