Siapa Orang yang Paling Menyesal di Hari Kiamat Nanti

by | Oct 14, 2023 | Info

Setiap manusia pada hari kiamat nanti akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya selama hidup di dunia. Pada hari tersebut akan ada orang yang paling menyesal. Siapa dia?

Kiamat merupakan peristiwa yang kedatangannya telah dijanjikan dalam Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ ٧

Artinya: “Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur.” (QS Al Hajj: 7)

Tidak ada yang mengetahui kapan datangnya kiamat selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, menurut firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah lainnya, hari tersebut pasti akan terjadi.

Disebutkan dalam Tafsir Ibnu Katsir, saat kiamat nanti seluruh umat manusia akan memasuki mauqif hisab (tempat penghisaban) dalam keadaan bermacam-macam. Mereka akan mengetahui dan mendapat balasan atas apa yang mereka perbuat di dunia, baik itu kebaikan maupun keburukan. Ibnu Katsir mengatakan hal ini saat menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surah Az Zalzalah.

يَوْمَىِٕذٍ يَّصْدُرُ النَّاسُ اَشْتَاتًا ەۙ لِّيُرَوْا اَعْمَالَهُمْۗ ٦ فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ ٨

Artinya: “Pada hari itu manusia keluar (dari kuburnya) dalam keadaan terpencar untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatan mereka. Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (QS Az Zalzalah: 6-8)

Menurut hadits, orang yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain kelak ia akan menjadi orang yang paling menyesal saat hari kiamat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

إِنَّ اشَدَّ النَّاسِ نَدامَةٌ يَومَ القيامة رَجُلٌ بَاعَ آخِرَتَهُ بِدُنيا غَيْرِهِ

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling besar penyesalannya pada hari kiamat adalah pribadi yang menjual akhiratnya dengan dunia orang lain.”

Hadits tersebut termuat dalam Kanz al-Ummal, hadits ke-14936 sebagaimana dinukil Muhammad M. Reysyahri dalam Muntakhab Mizanul Hikmah.

Ada juga hadits yang menyebut bahwa orang yang paling menyesal pada hari kiamat adalah orang yang berkesempatan menuntut ilmu namun tidak melakukannya. Hadits ini diriwayatkan dari Anas bin Malik Radiallahu ‘anhu yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda,

اَشَدُّ النَّاسِ حَسْرَة يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ امْكَنَهُ طَلب العِلْمِ فِي الدُّنْيَا فَلَمْ يَطْلُبُهُ، وَرَجُلٌ عَلِمَ عِلْمًا فَانْتَفَعَ بِهِ مَنْ سَمِعَهُ مِنْهُ دُونَهُ

Artinya: “Orang yang paling menyesal kelak pada hari kiamat adalah orang yang memiliki kesempatan untuk menuntut ilmu, namun ia tidak menuntutnya; dan orang yang mengetahui suatu ilmu sehingga orang lain dapat mengambil manfaatnya, sedangkan dirinya sendiri tidak dapat mengambil manfaatnya.” (HR Ibnu Asakir dalam Nahwa Manhaj ‘Ilmi Islami karya Hasan Muhammad Asy Syarqawi)

Adapun, menurut Imam Ja’far Shadiq sebagaimana terdapat dalam Amali al-Thusi, orang yang paling menyesal pada hari kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya dan dia sendiri yang menentangnya. Imam Ja’far Shadiq berkata,

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling menyesal pada hari kiamat adalah orang yang menggambarkan keadilan dengan kata-katanya, kemudian dia menentangnya dengan tindakan yang berlawanan dengan keadilan.”

Imam Ali turut mengatakan mengenai orang yang paling menyesal pada hari kiamat. Penyesalan ini berkaitan dengan harta.

إِنَّ أَعْظَمَ الْحَسَرَاتِ يَومَ القِيامَةِ، حَسْرَةُ رجُلٍ كَسَبَ مالاً فِي غَيْرَ طَاعَةِ اللَّهِ، فَوَرِثَةُ رَجُلٌ فَأَنْفَقَهُ فِي طَاعَةِ اللَّه سُبحانَهُ، فَدَخَلَ بِهِ الْجَنَّةَ، وَ دَخَلَ الْأَوَّلُ بِهِ النَّارَ

Artinya: “Sesungguhnya penyesalan terbesar pada hari kiamat adalah orang yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah, kemudian hartanya diwarisi oleh pewarisnya yang membelanjakan hartanya dalam ketaatan kepada Allah Yang Mahasuci. Oleh karenanya, dia masuk surga lantaran kebaikannya itu. Adapun orang yang pertama (yang mencari harta bukan dalam ketaatan kepada Allah) bakal masuk neraka lantaran hartanya itu.” (Riwayat ini terdapat dalam Nahj al-Balaghah)

Wallahu a’lam.

Astra Website Security
×